Monday, July 8, 2013

Askep Curiga

A. Pengkajian.
            Nn. G, wanita 47 th. Agama budha, belum kawin, tidak tamat SD, anak pertama dari 8 bersaudara (klien anak angkat). Klien keluar masuk RS jiwa tahun 1977 di RS J Bogor, dan masuk RSJ Grogol 1978 sampai sekarang. Alasan masuk rumah sakit menurut keluarga, klien sering marah - marah , tidak tahu penyebabnya, banting pintu, nada suara tinggi tidak jelas dan melempari rumah orang.
            Keadaan klien saat ini, kadang-kadang marah, merebut barang orang lain, jika bicara mata melotot, sering tampak tegang bicara kadang-kkadang kacau, kalau lagi marah suara tinggi dan cepat, vena jugularisnya menonjol, sambil berjalan jalan menghampiri klien lain. Bila klien marah mengatakan ” Orang-orang disini malas-malas tidak mau bantu bersih-bersih, inginnya enak-enakkan makan tidur saja”. Suatu hari klien mengeluh barangnya (uang dan alat mandi) hilang, dan bajunya robek. Klien beranggapan klien E. yang mengambil.
            Gigi klien kuning sudah banyak yang tanggal, kulit agak bersisik, rambut kotor banyak ketombe, klien tampak tidak rapi, baju jarang ganti, sering duduk dan tiduran dilantai. Setiap bertemu dengan mahasiswa klien belum mandi. Klien mandi 1x sehari kadang-kadang tidak mandi; klien mengatakan malas mandi.
            Pada tanggal 25/4 1997 , Klien sedang duduk dan disampingnya duduk klien M, tiba-tiba nada suara klien seperti mengomel melihat klien M, nada suaranya tambah tinggi dan tiba-tiba klien M dipukul lalu pergi meninggalkan klien M sambil marah-marah. Setelah di eksplorasi klien mengatakan ” klien M mengejek”. Jika melihat orang sedang ngobrol klien tampak menyelidik. Dari hasil pengkajian keluarga : apabila klien pulang kerumah (setiap hari Sabtu dan Minggu) kegiatan klien bersih-bersih got, sampah, bersih-bersih rumah, tetapi setelah itu klien marah-marah membuat lingkungan menjadi berisik.
B. Masalah Keperawatan.
            Dari data-data tersebut diatas muncul masalah keperawatan : curiga, menarik diri, cara mengungkapkan marah yang tidak konstruktif, potensial melukai orang lain/amuk, kurang berminat dalam kebersihan diri dan penampilan diri kurang adekuat.

1. Curiga
à    DS : Klien selalu mengatakan orang lai malas, mengatakan barang-barangnya hilang dan baju robek menuduh klien E yang melakukan, merasa kesal karena klien M sering mengejek.
à    DO : klien menyelidik bila ada orang berbicara, sering kontrol kamar klien lain, tiba-tiba marah dan memukul klien M pada saat klien M duduk.
2. Menarik diri
à    D.S : Klien mengatakan malas bicara dengan klien lain karena sering membuat kesal
à    D.O : Klien sering sendiri dikamar, tidak pernah berinteraksi dengan klien lain, sering melamun dibawah tempat tidurnya sambil merokok.
3. Cara mengungkapkan marah yang tidak konstruktif
à    D.S : Klien megatakan kalau marah mengamuk, keluarga mengatakan klien marah-marah.
à    D.O : Klien sering tampak tegang, kurang bersahabat, kalau marah nada suara tinggi dan cepat, mata melotot, bicara kacau dan terlihat vena jugularis menonjol.
4. Potensial melukai orang lain, diri sendiri/amuk.
à    D.S : Klien mengatakan, minta agar klien lain mau membersihkan kotoran yang ada diruangan. Klien lain mengatakan bahwa klien G sering menyuruh kalau tidak mau , marah-marah.
à    D.O : Klien kalau marah jalan-jalan menghampiri klien lain, suka merebut barang orang lain, sering berdebat dengan klien lain, nada suara tinggi.
5. Kurang berminat dalam kebersihan diri
à    D.S : Klien mengatakan malas mandi, kalau mandi 1x sehari, siang hari, kadang-kadang tidak mandi.
à    D.O : Klien tampak tidak rapi, sering duduk dan tiduran dilantai, setiap kali interaksi dengan mahasiswa (jam 09.00) klien belum mandi.
6. Penampilan diri kurang adekuat
D.S: Klien mengatakan enggan mandi badannya gatal.

D.O : Kulit agak bersisik, gigi kuning rambut kotor banya ketombe, baju jarang diganti tidak rapi dan sering duduk dilantai.

Download Lengkap 



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Dayan Leksono Putro, Published at 3:24 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment